Niat Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Sunnah Hajat

niat sholat hajat

Setiap orang tentu memiliki sebuah keinginan atau pengharapan. Setiap orang juga memiliki cara masing-masing untuk meminta keinginan atau hajat tersebut. Bagi seorang muslim, salah satu hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim yaitu meminta kepada Allah SWT.

Cara meminta kepada Allah juga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya yaitu melakukan sholat hajat. Niat sholat hajat hampir mirip dengan sholat-sholat sunnah pada umumnya. Namun, ada beberapa kata yang harus diubah.

Sholat sunnah hajat merupakan salah satu sholat yang dilakukan oleh orang muslim untuk meminta kepada Allah SWT supaya dikabulkan atau dilancarkan hajatnya. Beberapa muslim yang melakukan sholat hajat biasanya meminta berbagai macam hal.

Mulai dari dilancarkan dalam hal pekerjaannya, di sukseskan menuju keberhasilannya bahkan tak jarang orang melakukan sholat hajat untuk meminta jodoh. Melakukan sholat sunnah hajat dapat dilakukan dengan memperhatian beberapa tata cara sholat hajat berikut ini.

Cara Melakukan Sholat Hajat dan Niat Sholat Hajat

tata cara sholat
suaramuslim.net

Melakukan sholat hajat tidaklah sama dengan melakukan sholat sunnah yang lainnya. Selain tata caranya yang cukup berbeda, niat sholatnya pun berbeda. Bagi Anda yang ingin hajatnya dikabulkan, berikut ini adalah cara melakukan sholat sunnah hajat yang baik dan benar.

– Niat Sholat Sunnah Hajat

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan sholat sunnah hajat yaitu mengucapkan niat. Niat sholat hajat yang harus dilafalkan yaitu:

“Usholli Sunnattal Haajati Rok’ataini Lillahi Ta’aala” yang artinya yaitu “aku niat melaksanakan sholat sunnah hajat dua rokaat karena Allah Ta’ala.”

Melafalkan niat sebelum sholat sangatlah penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk meluruskan dan menguatkan niat sholat. Mengingat sholat hajat merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh muslim untuk meminta dan memohon supaya dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

– Jumlah Rokaat Sholat Sunnah Hajat

Setiap sholat tentu sudah memiliki aturan masing-masing jumlah rokaat yang harus dikerjakan. Pada sholat sunnah hajat, rokaat yang harus dikerjakan yaitu sebanyak dua rokaat. Hal ini sudah ditetapkan oleh ulama baik dalam mazhab Hambali, Syati’iah maupun Malikiyah.

– Waktu yang Tepat untuk Sholat Sunnah Hajat

Melakukan sholat sunnah maupun wajib tentu sudah ditetapkan kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan ibadah tersebut. Bagi Anda yang ingin melaksanakan dan niat sholat sunnah hajat, Anda harus memperhatikan kapan saja waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat ini.

Pada dasarnya, sholat hajat bisa dilakukan kapan saja. Anda bisa melaksanakannya pada saat waktu dhuha yaitu pada pagi hari maupun pada saat malam hari pada waktu ibadah sholat tahajud.

– Rukun Sholat Sunnah Hajat

Setiap melaksanakan ibadah sholat tentu aka nada rukun yang harus diperhatikan. Rukun-rukun sholat sunnah hajat hampir sama dengan beberapa sholat sunnah lainnya. Sholat sunnah hajat bisa dilakukan pada rokaat pertama yaitu dengan mengucapkan niat sholat hajat di dalam hati.

Kemudian, membaca takbiratul dan membaca iftitah. Setelah itu, Anda bisa membaca surah al fatihah yang dilanjutkan dengan suratan pendek. Salah satu surah yang disarankan untuk sholat hajat yaitu surah Al Kafirun.

Setelah membaca suratan pendek, Anda bisa melanjutkannya dengan rukun selanjutnya yaitu ruku’ dan sujud. Anda bisa melanjutkan rukun selanjutnya yaitu dengan mengerjakan rokaat kedua.

– Dzikir Sholat Hajat

Dzikir merupakan salah satu amalan yang biasanya dilakukan setelah melaksanakan sholat baik sholat sunnah maupun wajib. Dzikir dilakukan utnuk memanjatkan doa-doa dan memuji keagungan Allah SWT. Selain itu, membaca dzikir juga dilakukan untuk lebih mengingat terhadap Allah SWT.

Adapun Dzikir yang bisa dibaca setelah niat sholat hajat dan mengerjakan sholat hajat yaitu membaca sholawat nabi sebanyak 10x dan doa sapu jagat sebanyak 10x.

Dengan melaksanakan sholat hajat yang khusyuk serta niat sholat hajat dengan ikhlas dan tulus dalam hati nicaya hajat Anda akan dikabulkan.

Anda bisa melakukan sholat sunnah hajat setiap hari sebagai salah satu bentuk ikhtiar kepada Allah SWT. Tak lupa, setelah sholat, Anda bisa membaca doa yang dibaca setelah sholat hajat supaya doa Anda diijabah oleh Allah SWT. Terima kasih

Dan jika kamu sedang dalam perjalanan, baca juga artikel tentang niat sholat jamak dan ketentuan pelaksanaannya.

Niat Sholat Jamak dan Ketentuan Pelaksanaannya

sholat jamak

Niat Sholat Jamak – Agama Islam adalah agama yang mudah karena memberikan banyak keringanan kepada umatnya dalam melaksanakan ibadah. Keringanan ini disebut sebagai rukhsah yang boleh dilakukan oleh umat Islam yang sedang berada dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk beribadah sesuai dengan tuntunan yang semestinya.

Keringanan ini memang diberikan untuk umat muslim agar dapat tetap melaksanakan ibadah wajib dalam kondisi apapun.

Salah satu ibadah wajib yang memiliki rukhsah adalah ibadah sholat wajib. Setiap umat muslim wajib melaksanakan sholat 5 waktu sehari di waktu-waktu yang sudah ditentukan.

Sholat ini wajib dikerjakan apapun kondisinya seperti sedang dalam perjalanan jauh. Ketika dalam perjalanan terkadang muncul kesulitan dalam mengatur waktu sholat, untuk itu Allah memberikan keringanan bagi para musafir.

Keringanan ini salah satunya adalah berupa jamak. Sholat jamak sendiri adalah meringkas 2 sholat fardhu dan mengerjakannya dalam satu waktu.

Sholat jamak ini bisa dilakukan kepada semua sholat fardhu kecuali Subuh. Anda bisa mengerjakan shilat dzuhur dan ashar bersamaan maupun sebaliknya. Hal ini juga berlaku bagi sholat maghrib dan isya.

Ketentuan dan Niat Sholat Jamak

niat sholat jamak
hitekno.com

Adanya keringanan ini tentu sangat memberikan kemudahan bagi umat muslim yang sedang berada dalam perjalanan jarak jauh yang mungkin cukup sulit untuk menemukan tempat untuk beribadah yang layak.

Siapa saja boleh menggunakan keringanan ini asalkan kondisinya sudah memenuhi syarat untuk bisa melakukan sholat jamak. Adapun syarat pelaksanaan sholat jamak ini diantaranya:

– Perjalanan yang dilakukan bukan dalam rangka berbuat maksiat

Perjalanan yang diperbolehkan untuk melaksanakan sholat jamak adalah perjalanan yangbaik dan bukan berniat untuk melakukan maksiat tertentu.

Contohnya seseorang tidak diperbolehkan dan tidak dibenarkan mengarjakan sholat jamak ketika menempuh perjalanan untuk melakukan tindak kriminal seperti perampokan atau penculikan.

– Sudah memenuhi batasan jarak yang ditentukan

Tidak semua perjalanan dihitung sebagai perjalanan yang diperbolehkan untuk melaksanakan sholat jamak. Jamak baru bisa dilakukan apabila perjalanan sudah memenuhi batas minimal yaitu 64 km, 80 km, 88 km dan 94.5 km.

Jika menempuh perjalanan di bawah jarak tersebut maka Anda wajib mengerjakan sholat seperti biasa.

– Sholat dilaksanakan di dalam perjalanan

Sholat jamak ini hanya boleh dilakukan ketika Anda sudah melakukan perjalanan dan sudah melewati batas desa dari tempat Anda berasal.

Sebelum melaksanakan sholat Jamak Anda perlu paham dulu tentang tata caranya. Sholat ini hanya boleh dilakukan dalam perjalanan atau kondisi darurat yang dapat dilaksanakan dalam 2 pilihan yaitu jamak taqdim dan jamak takhir. Perbedaan keduanya adalah pada waktu pelaksanaannya, berikut penjelasan lebih jelasnya:

– Jamak Taqdim

Sholat jamak taqdim merupakan 2 sholat yang diringkas dan dikerjakan dalam satu waktu yaitu di waktu sholat yang pertama. Contohnya ketika Anda akan menjamak sholat dzuhur dan ashat maka jamak taqdim dilaksanakan di waktu dzuhur.

– Jamak Takhir

Jamak takhir adalah meringkat 2 sholat fardhu dan mengerjakannya di waktu sholat yang terakhir diantara 2 sholat yang dilakukan.

Contoh pelaksanaannya adalah ketika Anda melakukan jamak sholat maghrib dan isya maka pelaksanaannya ketika sudah masuk waktu sholat isya.

Adapun tata caranya dimulai dengan membaca niat sholat jamak yang berbunyi;

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Niat tersebut diucapkan ketika Anda akan melakukan sholat jamak dzuhur dan ashar. Niat ini diucapkan di awal sebelum memulai sholat seperti melakukan sholat pada umumnya.

Arti dari lafal niat sholat jamak yang sudah disebutkan tadi adalah;

“Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala”.

Anda bisa mengucapkan lafal niat yang sama hanya dengan perubahan di bagian nama sholat yang akan dijamak. Pengucapan niat ini adalah wajib untuk setiap pelaksanaan sholat jamak.

Allah memang selalu memberikan kemudahan dan keringanan kepada umatnya. Anda boleh menggunakan keringanan ini apabila memang memenuhi persyaratan kondisi yang telah ditentukan.

Tapi perlu diingat untuk melaksanakan sholat jamak sesuai dengan tuntunannya dan tidak melakukannya sesuka hati untuk hal-hal yang tidak darurat.

Baca juga penjelasan tentang sholat witir yang dibahas secara jelas.

Niat Sholat Witir

Niat Sholat Witir – Ada beberapa hadits yang menyebutkan apabila melaksanakan sholat witir sama halnya dengan sholatnya kekasih Allah. Sholat witir bahkan merupakan salah satu sholat sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Bahkan Nabi Muhammad SAW tidak pernah sekalipun meninggalkan sholat Witir terkecuali jika Nabi Muhammad SAW mengqadha sholatnya sesudah melaksanakan sholat subuh.

Pengertian Sholat Witir

Sebelum Anda memahami bagaimana niat sholat Witir, maka yang harus Anda pahami adalah pengertian dari sholat Witir ini sendiri. Untuk sholat Witir adalah sholat sunah yang istimewa.

Bahkan dari jumlah rakaatnya sendiri, sholat witir ini cukup berbeda dibandingkan dengan beberapa sholat sunah yang lainnya. Dari keutamaannya saja, sholat witir juga sudah berbekal dengan beberapa keutamaan-keutamaan yang melimpah.

Keutamaan dari Sholat Witir

niat sholat witir
ibnuasmara.com

Sholat Witir bahkan memiliki banyak keutamaan sehingga Rasulullah menyarankan agar para umat Islam agar melaksanakan sholat ini. Nah, untuk beberapa keutamaannya adalah:

1. Amal Yaumiyah Rasulullah

Sholat Witir adalah salah satu amal yaumiyah yang sudah dilakukan oleh Rasulullah SAW.

2. Allah Sangat Mencintai Witir

Allah SWT mencintai siapa pun umat-NYA yang melaksanakan witir. Karena sholat dengan rakaat witir ini memberikan pahala yang cukup besar bagi siapa pun yang melaksanakannya.

3. Amalan Ahli Al-Quran

Para ahli Al-Quran di kalangan sahabat-sahabat Rasulullah yang bahkan hafal Al-Quran adalah sahabat yang selalu melaksanakan sholat witir. Dengan seringnya Anda melaksanakan sholat witir, maka Anda pun bisa meniru para sahabat Rasul yang merupakan penghafal Al-Quran.

4. Sangat Disarankan Oleh Rasulullah

Melaksanakan sholat witir bahkan cukup ditekankan oleh Rasulullah untuk Umat Islam agar mereka semua melaksanakan sholat witir. Bahkan untuk melaksanakan sholat witir, siapa pun umat Muslim disarankan untuk melaksanakannya setiap hari.

Kapan Melaksanakan Sholat Witir?

Untuk melaksanakan sholat Witir ini dilakukan di malam hari dengan tujuan untuk mengganjili sholat-sholat dengan jumlah rakaat yang genap bahkan dianjurkan untuk menjadikan sholat akhir dari sholat malam yang akan Anda lakukan.

Maka dari itu, apabila Anda bermaksud untuk melakukan sholat Tahajud terutama di malam hari, maka Anda sebaliknya tidak melaksanakan sholat Witir ketika akan pergi tidur namun lebih baik untuk melakukannya setelah melaksanakan Sholat Tahajud.

Berapa Rakaat Sholat Witir?

Dinamakan sebagai Sholat Witir karena sholat ini dikerjakan dengan bilangan atau rakaat yang ganjil. Jadi, total dari jumlah rakaat sholat Witir ini ganjil dengan minimal rakaatnya adalah satu dan untuk jumlah maksimalnya adalah sebelas rakaat.

Sholat Witir bahkan boleh dilakukan keseluruhnya dengan satu salam saja maupun dilakukan dengan dua rakaat lalu salam. Sedangkan untuk rakaat terakhir hanya Anda lakukan satu rakaat.

Bacaan Niat Sholat Witir

Sedangkan untuk bacaan niat sholat Witir adalah sebagai berikut ini:

# Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’atan Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah ta’alaa”

# Bacaan Niat Sholat Witir Dua Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah ta’alaa”

Untuk niat dari sholat Witir di atas adalah niat sholat apabila Anda mengerjakannya sendirian. Perlu Anda ketahui juga bahwa sholat Witir juga diperbolehkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Misalnya ketika memasuki bulan Ramadhan yaitu ketika selesai melaksanakan sholat Tarawih untuk kemudian dilanjutkan dengan sholat Witir secara berjamaah.

• Membaca Niat Sholat Witir Berjamaah 1 Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’atan (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

• Membaca Niat Sholat Witir Berjamaah 2 Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’ataini (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

Jadi, itulah sejumlah informasi yang bisa Anda perdalam tentang sholat sunah yang bahkan memberikan begitu banyak keutamaan bagi siapa pun yang bisa menjalankannya sekaligus mengamalkannya.

Dan jangan lewatkan untuk membaca artikel lain tentang niat sholat jumat serta keutamaannya.