Doa Iftitah yang Dibaca Ketika Sholat

Doa Iftitah – Sholat fardhu adalah salah satu bentuk ibadah wajib yang dilakukan umat Islam 5 kali dalam sehari. Di dalam ibadah sholat ini ada tuntunan yang wajib diikuti mulai dari gerakannya hingga doa-doanya. Salah satu doa yang dibaca setiap sholat adalah doa iftitah yang dibacakan di awal sholat.

Doa ini dibacakan sesaat setelah dilakukan takbir pertama yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Fatihah dan surat pendek. Doa ini hanya dibaca pada rakaat pertama sholat saja dan tidak di rakaat-rakaat berikutnya.

Sebenarnya doa ini tidak hanya dibaca pada sholat fardhu saja melainkan pada sholat-sholat sunnah lainnya seperti sholat dhuha dan tahajud.

Hal ini sesuai dengan apa yang dahulu dicontohnya oleh Nabu Muhammad SAW dan para sahabat yang mengikutinya. Isi dari doa ini sebenarnya diawali dengan ucapan mengagungkan Allah atas segala kebesaran serta kemuliaannya.

Ada beberapa macam doa iftitah yang dikenal di masyarakat khususnya di Indonesia. Perbedaan doa ini disebabkan bedanya ajaran yang disampaikan oleh masing-masing golongan. Akan tetapi semua macam doa ini tetap memiliki makna yang bagus dan boleh digunakan untuk mengawali sholat.

Tidak ada satu jenis doa yang terbaik diantara lainnya maupun sebaliknya. Sebagai umat muslim yang baik hendaknya bisa menghormati adanya perbedaan ini dan membebaskan umat muslim lain untuk memilih bacaan doa sesuai pilihan dan keyakinannya.

Hukum Membaca Doa iftitah Ketika Sholat

Membaca doa ini tentu sudah menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan ketika Anda sedang menjalankan ibadah sholat. Tapi mungkin tidak semua orang memahami apa sebenarnya hukum dari doa ini.

Doa ini dijatuhi hukum sunnah untuk dibaca ketika sholat. Hal ini sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah yang maknanya secara umum menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memang terbiasa diam sejenak setelah melakuakn takbiratul ihram baru kemudian membaca ayat.

Abu Hurairah bertanya kepada Beliau mengenai ayat yang dibaca pada periode diam tersebut dan Baginda Rasul menyampaikan bahwa dirinya membaca doa iftitah.

Ketentuan Pengucapan Doa iftitah Ketika Sholat

Selain menghafalkan doa ini Anda juga perlu mengingat selalu beberapa ketentuan pembacaan doa iftitah yaitu:

  • Waktu pembacaan dilakukan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surah Al-Fatihah di rakaat pertama sholat.
  • Doa ini hanya dibacakan pada rakaat pertama sholat kecuali ketika Anda lupa membacanya. Di rakaat kedua dan seterusnya Anda bisa langsung membaca surat al-Fatihah setelah berdiri dari sujud.
  • Apabila lupa dibaca pada rakaat pertama maka boleh untuk dibacakan pada rakaat kedua.
  • Makmum masbuk diperolehkan untuk tidak membaca doa ini dan langsung membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek

Beberapa Jenis Doa iftitah yang Ada di Masyarakat

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Anda bisa menemukan beberapa macam doa iftitah berbeda yang ada di kalangan umat muslim tanah air.

Hal ini bukanlah hal yang salah karena masing-masing doa dapat digunakan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Anda bisa memilih salah satu yang paling sesuai dengan keyakinan Anda dari beberapa dia berikut ini:

1. Doa iftitah Pertama

Doa yang pertama ini merupakan yang paling sering ditemui di masyrakat dan dibaca ketika melaksanakan sholat wajib maupun sholat fardhu. Adapun bacaan doa ini dalam tulisan latin adalah:

  Niat Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Sunnah Hajat

doa iftitah

 

Allaahu akbaru kabiira walhamdulilaahi katsiro, wa Subhaanallaahi Bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Arti dari doa jenis pertama ini adalah:

Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri.

2. Doa iftitah Kedua

Doa yang kedua ini diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan bacaan latin berikut:

Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam mushlimaw wamaa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahirabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin

Arti dari doa diatas adalah:

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sesembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.

3. Doa iftitah Ketiga

Bacaan doa jenis keempat ini adalah yang paling pendek diantara yang lain dan lafalnya adalah sebagai berikut:

Allahu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa

Arti dari doa tersebut adalah:

Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada wakti pagi dan petang.

4. Doa iftitah Keempat

Doa yang keempat ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A dengan lafal:

Allahumma baa’id bainii wabaina khothooyaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots-tsaubul abyadlu minad-danas. Allahummaghsil khothooyaaya bilmaa-i wats-tsalji walbarod.

Artinya:

Ya Allah, pisahkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau memisahkan Timur dan Barat. Ya Allah, bersihkan diriku dari dosa sebagaimana pakaian bersih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah dosaku dengan air, salju dan batu es.

5. Doa iftitah Kelima

Doa yang satu ini diriwayatkan oleh salah satu isteri Nabi Muhammad yaitu Aisyah R.A. dengan bacaan singkat latinnya sebagai berikut:

Subhaanaka Allaahumma wa bihamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha ghoyruka

Arti dari doa ini adalah:

Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau

Kelima doa iftitah tadi merupakan beberapa macam yang bisa ditemukan di tengah masyarakat. Sebenarnya masih ada beberapa macam doa iftitah lain yang juga tidak salah untuk digunakan setiap harinya.

Tidak hanya doa ini saja, Anda juga perlu memahami doa-doa sholat lainnya supaya ibadah lebih maksimal dan sempurna.

Apapun pilihan doa Anda hayati dan resapi maknanya ketika mengucapkannya setiap hati. Hormati pula pilihan umat muslim lain akan doa yang digunakannya. Masing-masing doa sama-sama baik untuk diucapkan dan masing-masing juga punya tuntunannya tersendiri. Dukung terus situs senyumislam.com ya!

Leave a Comment